Semangat Kartini Harus Diterapkan

Semangat Kartini Harus Diterapkan
April 26 01:30 2017

Tangsel – Menjadi Perempuan Hebat Hari Kartini yang diperingati setiap tanggal 21 April menjadi momentum kebangkitan perempuan. Kartini menjadi simbol kesetaraan gender bahwa tidak ada pembeda bagi laki-laki ataupun perempuan.  Di tanggal itu, perempuan bangkit dan berkesadaran serta membangun organisasi untuk terus bergerak dalam solidaritas perempuan untuk perjuangan di masa depan.

Kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan bertemakan ‘Planet 50-50 pada 2030: Melangkah menuju Kesetaraan Gender’. Nah, bagi Kepala Dinas Pekerjaan Umum  Kota Tangerang Selatan Hj. Retno Prawati ST. MM momen ini untuk merefleksikan bagaimana mempercepat Agenda 2030 untuk membangun momentum dan implementasi yang efektif dari tujuan pembangunan berkelanjutan yang baru.
“Hari Kartini adalah  waktu untuk merenungkan kemajuan yang telah dicapai, menyerukan perubahan dan merayakan tindakan keberanian dan tekad para perempuan biasa yang telah memainkan peran dalam pembangunan,” ungkapnya.
Retno berpendapat saat ini semangat kesetaraan gender terus digaungkan kaum hawa. Sejak zaman Raden Ajeng Kartini, perjuangannya untuk keluar dari kungkungan dominasi pria sangat kuat. Alhasil, perjuangan Kartini ini bisa dinikmati saat ini. Salah satu contohnya, perempuan bisa menjadi  pemimpin negara, provinsi maupun di kota/kabupaten. “Hanya perempuan terpilih yang dapat menjalankan amanat jabatan maupun kedudukan,” ucap istri dari Makbullah Pasinringi, SE ini.
Meskipun, menduduki jabatan. Namun, kodrat wanita tidak bisa dilepaskan dalam mengurus keluarga. Baginya waktu untuk keluarga dan pekerjaannya harus selaras. Meskipun disibukkan dengan tugas kedinasan, ia tetap menyempatkan waktu untuk suami dan kedua anaknya. “Harus pintar-pintar bagi waktu. Itu kuncinya. Kerja juga mesti ikhlas. Tidak ada lagi selain itu,” katanya.
Di sisi lain, bekerja maksimal menjadikan ia dalam menjalankan tugas pokok dan fungsi (tupoksi). Meskipun harus mengorbankan waktu untuk keluarga dengan pulang malam. Meski demikian, Retno tetap siap untuk melayani suami dan anaknya. Ia mencontohkan jika anaknya pulang malam ingin makan, dimasakkan nasi goreng. “Kerjaan di kantor harus maksimal, di rumah sempatkan waktu dengan keluarga. Bekerja dengan hati, insyallah, pekerjaan dan keluarga bisa dijalankan bersamaan,” terangnya.

Nah, untuk itu, lulusan Universitas Gadjah Mada (UGM) ini, berprinsip keluarga dan pekerjaan harus bisa disinergikan. Jika salah satu diprioritaskan, tidak akan seimbang. Begitu prinsip yang harus dijalankan. “Bagi saya keluarga dan pekerjaan tidak dapat dipisahkan. Agar beriringan sejalan keduanya harus dijalankan seperti air mengalir,” kata perempuan yang menyelesaikan  di Surabaya dan  Jakarta ini.

Dalam perjalanan hidupnya, setelah lulus dari  UGM, ia diterima jadi pegawai harian di Departemen Pekerjaan Umum. Pada 2006 dipercaya sebagai pimpinan proyek pembangunan jalan di provinsi Banten. Karirnya pun terus menanjak. Sempat menjabat Sekretaris Dinas Bina Marga dan Tata Ruang Provinsi Banten, dan kini menduduki posisi Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kota Tangsel.
“Jabatan merupakan amanah buat saya. Dan saya berusaha melayani masyarakat Kota Tangerang Selatan semaksimal mungkin,” ucap ibu dari Ika Yulia Prasetya dan Ilhamsyah Mahendra ini.
Meski disibukkan dengan segudang kegiatan di kedinasan,  Retno tidak melupakan keluarga. Perannya sebagai istri dan ibu tetap melekat. Di lingkungan keluarga, ia menjadi sosok yang diteladani dan hangat. Tidak heran jika waktu luangnya banyak dihabiskan bersama keluarga.
“Waktu luang atau libur, saya memasak makanan kesukaan suami dan anak-anak,” ucapnya dengan senyum hangat.
Hasil kerja keras perempuan berusia 57 tahun ini bisa menyekolahkan buah hatinya di luar negeri. Anak pertama, Ika Yulia Prasetya menyelesaikan pendidikan S2-nya di University of Manchester di Inggris. Sedangkan, anak keduanya, Ilhamsyah Mahendra lulusan S2 Glasglow Caledonian University di Skotlandia. “Kedua anak saya sudah bekerja di perusahaan swasta. Alhamdulillah saya bersyukur atas doa, dorongan dan dukungan dari suami dan anak-anak mungkin saya tidak jadi seperti sekarang,” pungkasnya.

  Categories:
view more articles

About Article Author

write a comment

0 Comments

No Comments Yet!

You can be the one to start a conversation.

Add a Comment

Your data will be safe! Your e-mail address will not be published. Also other data will not be shared with third person.
All fields are required.