RAPAT SINKRONISASI DAN KOORDINASI DAERAH RAWAN BANJIR KOTA TANGERANG SELATAN TAHUN 2012

May 09 02:52 2016
Monday, 17 September 2012 12:17
Pamulang, Tangerang Selatan – Dinamika pembangunan di Wilayah Kota Tangerang Selatan saat ini berkembang secara cepat dan sangat kompleks dimana setiap perkembangan memiliki tantangan dan tuntutan lingkungan yang berbeda-beda. Untuk itu, Pemerintah Kota Tangerang Selatan melalui Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) menggelar rapat sinkronisasi dan koordinasi daerah rawan banjir yang di hadiri kurang lebih 86 peserta dari berbagai Dinas, Kecamatan dan Kelurahan se Kota Tangerang Selatan selama tiga hari bertempat di Hotel New Ayuda Bogor. kemarin (11/09).

Menurut Kepala Dinas Bina Marga Kota Tangerang Selatan, Hj. Retno Prawati, ST,MM menyebutkan, dasar pelaksanaan rapat sinkronisasi dan koordinasi daerah rawan banjir didasarkan dengan peraturan pemerintah nomor 38 tahun 2011 tentang sungai, bahwa dalam rangka pengelolaan terhadap resiko banjir, perlu dilakukan upaya secara terpadu dan menyeluruh yang mencakup pada pengurangan resiko besaran dan kerentanan banjir.

 

Sedangkan Tujuan dari penyelenggaraan rapat sinkronisasi dan koordinasi daerah rawan banjir antara lain adalah untuk melakukan inventarisasi, identifikasi sekaligus menyepakati/menetapkan daerah rawan banjir kota tangerang selatan berdasarkan kriteria-kriteria teknis, karakteristik banjir masing-masing wilayah dan catchment area (Daerah Tangkapan) pada dataran banjir.

Dalam Sambutannya, Retno mengatakan, bahwa pengelolaan resiko banjir harus dilakukan secara terintegrasi, sehingga hasil yang diharapkan dapat lebih optimal. Guna mewujudkan hal tersebut, diperlukan adanya pemaduserasian data dan informasi, mengenai daerah rawan banjir di wilayah kota tangerang selatan, sehingga dapat teridentifikasi kondisi, dan sekaligus menyepakati/menetapkan daerah rawan banjir serta rencana tindak penanganan berdasarkan kriteria-kriteria teknis, karakteristik banjir di masing-masing wilayah dan catchment area (Daerah Tangkapan) pada dataran banjir.

Lebih lanjut Retno mengatakan, saat ini terdapat 31 titik daerah rawan banjir dan genangan yang disebabkan beberapa faktor, yang diantaranya perubahan tata guna lahan pada daerah hulu, sehingga debit aliran ke hilir cenderung meningkat, perubahan fungsi kawasan sempadan sungai sebagai daerah lindung menjadi kawasan pemukiman, penyempitan badan-badan air pada daerah tertentu, lokasi perumahan / pemukiman berada pada dataran banjir dan belum terintegrasinya sistem jaringan drainase kota.

Dalam rapat sinkronisasi dan koordinasi daerah rawan banjir ini, turut diundang selaku narasumber yakni setio wasito, Ir, Sp.psda, MT (Tenaga Pengajar Program Magister Profesional SDA (KS PU-ITB)), Musni Ahyani, Dr. Ir. MM (Kepala Bidang Fisik dan Prasarana BAPPEDA). Hadir pula dalam acara tersebut, Jajaran eselon III dan IV DBMSDA, Camat dan Lurah se Kota Tangerang Selatan.

”Diharapkan, dengan diadakannya Rapat Sinkronisasi dan Koordinasi Daerah Rawan Banjir ini memiliki arti penting dalam menselaraskan pokok-pokok rencana penanganan banjir di Wilayah Kota Tangerang Selatan ke depan,” ungkap Retno (Humas DBM-SDA Tangsel)

  Categories:
view more articles

About Article Author

write a comment

0 Comments

No Comments Yet!

You can be the one to start a conversation.

Add a Comment

Your data will be safe! Your e-mail address will not be published. Also other data will not be shared with third person.
All fields are required.