Puluhan Situ di Tangerang Bakal Diukur Ulang

Puluhan Situ di Tangerang Bakal Diukur Ulang
March 16 07:31 2017

Tangsel – Puluhan Situ yang ada di wilayah Tangerang Raya, yakni Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang dan Kota Tangerang Selatan (Tangsel) bakal diverifikasi. Verifikasi awal bakal dilakukan di Situ Sasak Tinggi di Kecamatan Pamulang, Kota Tangsel.

Berdasarkan data Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane (BBWSCC) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) ada 37 situ di wilayah Tangerang. Rinciannya, di

Kabupaten Tangerang 24 situ, kota Tangerang empat situ dan Kota Tangsel sembilan situ.

“Kita mulai di Situ Sasak Tinggi atau Situ Pamulang. Ini menjadi pilot project verifikasi situ di wilayah Jabodetabek,” kata Kepala BBWSCC Kementerian PUPR, Iskandar ditemui di Situ Sasak, Rabu (15/3).

Verifikasi situ ini, diakui Iskandar merupakan pertama di Indonesia. Tujuannya, yakni untuk mencegah terus menyusutnya lahan situ. Terlebih, diakuinya ada juga situ yang sudah hilang, seperti Situ Kayu Antap di Ciputat Timur.

“Seperti Situ Sasak ini yang berdasarkan data di Provinsi Banten, data kami (BBWSCC), maupun data di Pemprov Jawa Barat dulu itu luasnya 31 hektar, tapi luas eksisting sekarang hanya 10 hektar. Ini yang perlu diluruskan. Dari pendataan tahun kemarin, ruang biru (yang bisa diambil alih) sudah mencapai 25 hektar,” kata Iskandar menambahkan.

Iskandar menambahkan, proses verifikasi ini hanya pendataan bukan penggusuran. Pasalnya saat ini ada sebagian lahan situ yang dimanfaatkan warga untuk pemancingan, empang yang menjadi satu-satunya pemasukan bagi masyarakat setempat.

“Di Situ Sasak ini kita tidak akan menggusur, hanya pendataan/pengukuran yang nantinya akan melibatkan BPN (Badan pertanahan Nasional) Tangsel. Jadi, masyarakat juga masuk dalam perencanaan revitalisasi situ,” tandasnya.

Di lokasi yang sama, Direktur Jenderal Penataan Ruang pada Kementerian Agraria dan Penataan Ruang/BPN, Budi Situmorang mengatakan penataan situ saat ini masuk dalam wilayah Penataan Ruang. Dengan verifikasi situ ini, menurutnya target ke depannya adalah membuat sertifikat untuk situ.

“Situ ini berada di tanah negara. Jadi negara yang harus mengelola. Domain pengelolaannya, nanti akan ditentukan apakah pemerintah daerah, Pemprov atau kementerian,” katanya menambahkan.

Verifikasi dan pengukuran situ ini menurutnya bakal dilakukan di seluruh Indonesia. Pengukuran awal yang dilakukan yakni di wilayah Jabodetabek. “Dengan begitu, nantinya akan diketahui batasan-batasan situ tersebut,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kota Tangsel, Retno Prawati mengatakan bahwa Pemkot Tangsel menyambut baik langkah BBWSCC tersebut. Diakuinya, Pemkot Tangsel siap mendukung proses verifikasi lahan situ di kota Cerdas, modern dan Religius tersebut.

“Pada intinya, kegiatan ini akan membantu wilayah dalam rangka penanganan banjir. Karena situ merupakan daerah konservasi yang keberadaannya sangat penting bagi suatu daerah,” tandasnya. (*)

  Categories:
view more articles

About Article Author

write a comment

0 Comments

No Comments Yet!

You can be the one to start a conversation.

Add a Comment

Your data will be safe! Your e-mail address will not be published. Also other data will not be shared with third person.
All fields are required.