PEMBANGUNAN DI TANGSEL DINILAI CEPAT

May 08 12:30 2016

SELASA 27 November 2012

RADAR BANTEN

TANGSEL – Kinerja Pemkot Tangsel di usianya ke empat tahun mendapat apresiasi dan sambutan positif sejumlah tokoh masyarakat dan pegiat pembentukan Kota Tangsel. Dua di antaranya disampaikan Zarkasih Noor dan Margiono saat Rapat Paripurna Istimewa DPRD Kota Tangsel dalam rangka HUT ke-4 Kota Tangsel, Senin (26/11). Zarkasih dan Margiono diberi kesempatan tampil di podium DPRD Kota Tangsel mewakili tokoh masyarakat dan pegiat pembentukan Kota Tangsel.

Zarkasih mengakui, pembangunan di Kota Tangsel di bawah kepemimpinan Walikota Tangsel Airin Rachmi Diany dan Wakil Walikota Benyamin Davnie bergerak dengan cepat. Ia berpesan, pembangunan yang dirasakan saat ini jangan membuat terlena. “Tapi, harus menjadi pemacu agar terus dilakukan peningkatan,”ujar Zarkasih.

Zarkasih mengatakan, kebijakan Pemkot Tangsel sudah dirasakan masyarakat, seperti sector kesehatan dan pendidikan. “Pelayanan masyarakat pun mengalami peningkatan,”katanya.

Zarkasih mengingatkan bahwa terbentuknya Kota Tangsel merupakan upaya agar pelayanan masyarkat lebih dekat dan maksimal. “Banyak pihak yang berjasa dengan terbentuknya Kota Tangsel ini, seperti DPRD Kabupaten Tangerang, Bupati Tangerang, dan Gubernur Banten, juga masyarakat yang menjadi pegiat pembentukan Kota Tangsel. Saya ingat, awal-awal perjuangan dulu adalah bagaimana bisa membentuk Kota Cipasera, singkatan nama-nama kecamatan di wilayah ini,” katanya.

Sementara, pegiat pembentukan Kota Tangsel Margiono mengapresiasi Walikota Tangsel Airin Rachmi Diany yang begitu terbuka untuk melakukan dialog. “Dengan dialog akan terbuka semua. Tidak akan timbul fitnah,” kata Margiono.

Margiono berharap Pemkot Tangsel dapat membuat ikon daerah sehingga memiliki ciri khas tersendiri. “Ikon itu bisa kita ambil dari moto Kota Tangsel. Misalnya, Kota Tangsel memiliki Islamic Centre atau gedung yang menjadi pusat kegiatan agama,” katanya.

Sementara, Pidato Walikota Tangsel Airin Rachmi Diany lebih banyak mengupas keberhasilan yang telah diraih dan hal-hal yang akan ditingkatkan. Airin mengatakan, infrastruktur jalan dan lingkungan menjadi prioritas pembangunan. Dari total panjang jalan kota 195,78 KM, sudah ditingkatkan menjadi 174,8 KM atau 89,2 persen. Sedangkan, jalan lingkungan sepanjang 407,76 KM yang sudah ditingkatkan 307,5 KM atau 75,4 persen. “PAD (pendapatan asli daerah-red) setiap tahun mengalami peningkatan. Pada 2009 sebesar Rp 25,3 miliar, dan pada 2012 naik menjadi Rp 443,7 miliar. Untuk APBD di 2009 sebesar Rp 191,79 miliar dan 2012 meningkat sebesar Rp 1,98 triliun,” katanya.

Selain infrastruktur, pihaknya terus melakukan upaya peningkatan kesehatan untuk melayani masyarakat. Salah satunya, pembangunan RSU Kota Tangsel yang sudah dilengkapi 66 tempat tidur untuk rawat inap, 22 orang dokter spesialis, dan dua dokter gigi. Serta membangun 25 unit puskesmas dan 21 di antaranya puskesmas dengan tempat perawatan (DTP). “Kami yakin kinerja RSU akan mampu memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat yang kurang mampu,” terangnya.

Sedangkan dalam bidang pendidikan, Pemkot Tangsel telah menambah 173 ruang kelas SD, 13 SMA. Sidang paripurna istimewa ini juga turut dihadiri Sekda Banten Muhadi, anggota DPRD Banten Krisna Gunata, dan Muspida se-banten.

  Categories:
view more articles

About Article Author

write a comment

0 Comments

No Comments Yet!

You can be the one to start a conversation.

Add a Comment

Your data will be safe! Your e-mail address will not be published. Also other data will not be shared with third person.
All fields are required.