Minimalisir Banjir DBMSDA Fokus Perbaiki Drainase

Minimalisir Banjir DBMSDA Fokus Perbaiki Drainase
March 04 19:09 2016

aaGuna mengantisipasi terjadinya banjir, Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel) terus melakukan perbaikan drainase yang ada di wilayahnya. Untuk itu, Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kota Tangerang Selatan memprioritaskan perbaikan saluran drainase primer dan skunder di pinggir ruas jalan raya dan pemukiman padat penduduk. Ini untuk meminimalisir genangan air di sejumlah titik. Perbaikan saluran drainase dilakukan berdasarkan prioritas.
Selama ini di Kota Tangsel tidak pernah ada banjir akibat mampetnya drainase. Saat musim penghujan ada beberapa drainase mampat dan air menggenang, namun genangannya hanya beberapa centimeter saja. Dari hasil pemantauan yang dilakukannya, banjir yang selalu terjadi setiap kali hujan, lebih banyak disebabkan oleh kerusakan saluran air. Karena itu, harus diperbaiki untuk mengurangi dampaknya.
Persoalan drainase mendapatkan perhatian besar dari Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kota Tangerang Selatan dan menjadi skala prioritas dalam pelaksanaan pembangunan infrastruktur. Terutama di wilayah-wilayah yang rawan bencana banjir. Rencana pembangunan dan perbaikan saluran air sebab bisa menjadi solusi bencana yang selalu terjadi selama ini. Prioritas peningkatan infrastruktur ini dibuktikan dengan perbaika drainase yang pada 2014 lalu sebanyak 200 titik drainase sudah diperbaiki. Titik drainase yang diperbaiki di 2014 tersebut jauh lebih tinggi dibanding 2013 sebanyak 31 titik.
Untuk memaksimalkan itu, Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air  pun telah membentuk tiga Unit Pelayanan Teknis (UPT) terkait pembangunan jalan lingkungan dan drainase. Terbentuknya UPT ini lebih memaksimalkan pengawaan dan koordinasi di lapangan. Sehingga, adanya kerusakan drainase dan jalan lingkungan dapat ditangani secepatnya.
Kepala DBMSDA Retno Prawati mengatakan tiga UPT yang dibentuk yakni, UPT wilayah 1 mencakup Kecamatan Setu dan Pamulang, UPT wilayah 2 mencakup Kecamatan Ciputat dan Ciputat Timur serta UPT wilayah 3 mencakup wilayah Kecamatan Pondok Aren, Serpong dan Serpong Utara. “UPT ini dibuat untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Masyarakat bisa melaporkan permasalahan di wilayah terkait Jalan lingkungan dan drainase yang ada di wilayah masing-masing,” ungkapnya.
Menurutnya, ketiga UPT ini memiliki tugas pokok dalam pemeliharaan, pembangunan jalan dan drainase yang ada dilingkungan dimasing-masing Kecamatan binaannya. “Setiap UPT ada 20 petugas dan masing-masing UPT sudah dilengkapi alat-alat pemeliharan, truck serta sarana dan prasarana lainnya,” katanya.
Kata dia, untuk UPT wilayah 1 dikepalai oleh Saflina, UPT wilayah 2 dikepalai oleh Sitorus, dan wilayah 3 dikepalai oleh Amin Muhaimin. “Bagi masyarakat yang mempunyai keluhan terkait jalan lingkungan, atau ingin meminta perbaikan, maka bisa melaporkannya ke UPT tersebut,” terangnya.
UPT, sambung Retno dibentuk berdasarkan kriteria adanya pekerjaan yang bersifat operasional karena wilayah kerja atau jam tertentu. “Pembentukan, tupoksi dan tata kerja UPT diatur dalam peraturan Walikota (perwal),” pungkasnya.
Selain itu, upaya penanganan banjir di Kota Tangsel, DBMSDA sudah memperbaiki 27 Blok Banjir sejak 2012 hingga 2015. Penanganan ini untuk mengatasi banjir yang kerap melanda kota dengan tujuh kecamatan ini.

Di 2012 sebanyak tiga blok banjir ditangani yakni, Blok Kawasan Rompang, Angke dan Pesanggarahan. Kemudian, di 2013 empat blok banjir ditangani. Yakni, Blok Cisadane, Cibenda Baru, Kawasan Muncul dan Angke Hulu. Lalu, di 2014 sebanyak 10 blok banjir ditangani yakni, blok Sekunder Ciputat, Rempoa, Cirendeu, Catchment Ciputat Hulu, Kedaung, Angke Hilir, Pasar Sengkol, Ciater Hulu serta Cibenda Hulu. Sementara di tahun 2015, sebanyak 10 blok banjir. Yakni, Blok Jombang, Kedaung Hulu, Serua Hulu, Catchment Jaletreng, Kawasan Jombang, Buaran, Diklantas, Serua Hilir dan Ciputat Hilir. Sedangkan blok banjir yang ditangani di tahun 2016 yakni, Blok Cilenggang, Parigi Hilir dan Cantiga. “Dari 31 blok banjir yang. Kita sudah tangani 27 blok banjir. Sedangkan, sisanya empat blok banjir akan ditangani di 2016,” katanya.

Program pembenahan blok banjir ini mengacu pada aturan pemerintah pusat tahun 2013. Diketahui, penyempitan anak kali dan kurang berfungsinya drainase menjadi salah satu penyebab banjir di Kota Tangsel. Maka itu, pihaknya mulai memperbaiki sistem drainase dan normalisasi kali secara bertahap. “Dengan perbaikan blok banjir ini diharapkan bisa meminimalisir banjir,” ucapnya.

Tak hanya itu, untuk penanganan banjir ini pihaknya juga melakukan koordinasi dengan wilayah perbatasan, yakni Bogor, Depok, DKI Jakarta, Kota Tangerang dan Kabupaten Tangerang. Koordinasi ini penting untuk mencari tahu titik dan solusi yang akan diambil nantinya. “Penanganannya seperti normalisasi kali, pendalaman dasar kali, serta turap kali,” ucapnya.

Kata dia, Kota Tangsel dilintasi tiga sungai. Yakni, Pesanggarahan, Angke, Cisadane serta beberapa anak kali lainnya. Anak sungai ini melintasi pemukiman dan penyebab banjir. Lantaran, adanya penyempitan serta pendangkalan. “Kami memprioritaskan untuk kepemukiman warga, agar tidak banjir kembali,” ujarnya
Menurutnya, meski masih ada beberapa titik yang sedang dalam proses pengerjaan, namun penanganan terhadap musim hujan yang bisa menyebabkan banjir, sudah dilakukan antisipasi. “Titik drainase yang sudah diperbaiki, merupakan sumber dari terjadinya banjir di pemukiman warga dan jalanan. Maka, pengerjaannya diprioritaskan,” terangnya. (humasdbmsda)

  Categories:
view more articles

About Article Author

write a comment

0 Comments

No Comments Yet!

You can be the one to start a conversation.

Add a Comment

Your data will be safe! Your e-mail address will not be published. Also other data will not be shared with third person.
All fields are required.