Jembatan Jalan Dr. Setiabudi Direnovasi

Jembatan Jalan Dr. Setiabudi Direnovasi
July 16 12:10 2017

Tangsel – Biang kerok banjir di Perumahan Pondok Maharta, Kelurahan Pondok Kacang Timur, Kecamatan Pondok Aren mulai diminimalisir. Sebuah jembatan di kawasan tersebut direnovasi dengan anggaran Rp 2,7 miliar.

 Jembatan di Jalan Dr Setiabudi, Pondok Kacang Timur itu memang terlalu kecil sehingga, tak mampu menahan derasnya air dari kali di kawasan tersebut. Bila musim hujan tiba, kali meluap dan jembatan pun terendam.

Kemarin, Walikota Tangsel Airin Rachmi Diany meninjau pembangunan jembatan tersebut. Airin gowes sepeda hingga sampai lokasi. ”Ini salah satu upaya Pemkot dalam menguranhi lokasi banjir. Dilihat perencanaannya kemarin memiliki dampak untuk menghindari banjir. Semoga saja solusi yang dipilih saat ini bisa mengatasi banjir kawasan tersebut,” kata Airin usai melakukan sidak itu.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kota Tangsel, Retno Prawati mengatakan, jembatan tersebut dibangun dengan bentang 10×7 meter dan tinggi sekitar 1,5 meter. Dengan pembangunan jembatan ini, bertujuan untuk mengurangi jumlah titik banjir yang ada di Tangsel. “Ini perbaikan dan peninggian jembatan, dan dikerjakan selama 6 bulan,”ungkapnya.

Dia menambahkan, anggaran yang disediakan untuk pembangunan jembatan ini senilai Rp 2,7 miliar. ”Ini kan fasilitas umum, makanya harus cepat selesai. Sekarang kita sedang berupaya untuk segera menyelesaikan jembatan itu dengan kualifikasi yang baik,” katanya.

Selama proses pengerjaan, jalan di kawasan tersebut ditutup. Arus lalu lintas dari perempatan Pondok Kacang dialihkan masuk ke Perumahan Pondok Maharta. Begitu juga lalu lintas dari arah Kebon Manggis dialihkan ke Perumahan Pondok Maharta.

 Sementara, saat meninjau pembangunan jembatan, Airin menerima keluhan dari masyarakat terkait warung remang-remang yang dibangun di sekitar bantaran kali. Menanggapi hal tersebut, Airin meminta staf Dinas Pekerjaan Umum untuk mencari tahu siapa pemilik lahan ini.

”Ya, tadi kata pegawai sih tanah punya Bintaro. Saya juga belum tahu operasi warungnya seperti apa, tapi kalau memang meresahkan masyarakat dibubarkan saja. Kalau punya Bintaro, kita (Pemkot-red) akan meminta pihak mereka (Bintaro -red) untuk membenahi lalu dijadikan taman, agar lebih bermanfaat ya,” kata Airin.

 

Dia menambahkan ke depannya akan melakukan koordinasi dengan pihak kecamatan agar bangunan-bangunan yang fungsinya justru meresahkan masyarakat untuk segera dibongkar dan direvitalisasi menjadi bangunan yang lebih bermanfaat.

”Ya seperti taman dan lainnya, agar lebih bermanfaat. Agar tidak ada lagi masyarakat yang merasa diresahkan. Jadi kalau ada bangunan seperti itu, bongkar saja,” pungkasnya.

Sebuah bangunan di bantaran kali dekat jembatan Pondok Maharta itu memang merupakan warung remang-remang. Hampir setiap malam, suara musik dangdut terdengar dari bangunan tersebut. Sementara sejumlah wanita berdandan menor duduk di bantaran kali sambil menunggu lelaki hidung belang.

  Categories:
view more articles

About Article Author

write a comment

0 Comments

No Comments Yet!

You can be the one to start a conversation.

Add a Comment

Your data will be safe! Your e-mail address will not be published. Also other data will not be shared with third person.
All fields are required.