Hadapi Musim Penghujan Pembangunan Jalan Tangsel Dipercepat

May 08 12:31 2016

Rabu, 19 September 2012

Tangsel Pos

PAMULANG, TAPOS – Musim penghujan diprediksi akan terjadi di akhir tahun ini. Guna mengantisipasi tidak terjadi penurunan kualitas jalan akibat musim penghujan, Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) terus mengejar dan mempercepat penyelesaian pekerjaan pembangunan jalan di kota yang dipimpin Airin Rachmi Diany ini.

Percepatan pekerjaan pembangunan jalan tersebut bisa terbukti dengan terselesaikannya pembangunan ruas jalan di beberapa kecamatan. Diantaranya Jalan Lengkong Gudang Timur atau lebih dikenal dengan Jalan Leguti. Jalan sepanjang 452 meter itu kini telah terealisasi dengan menggunakan konstruksi berbahan beton.

Kepala Dinas Binamarga dan Sumber Daya Air (DBM-SDA) Kota Tangerang Selatan, Retno Prawati menjelaskan, Jalan Leguti ini merupakan jalan penghubung bagi warga Tangerang Selatan dari Lengkong Wetan menuju Kampung Perigi atyaupun sebaliknya.

“Pekerjaan jalan ini, (Leguti,red) merupakan pekerjaan yang telah kami laksanakan di pertengahan tahun 2012. Mudah-mudahan bisa lebih meningkatkan geliat perekonomian warga sekitar,” ujarnya.

Lebih lanjut Retno mengatakan, selain melaksanakan pembangunan jalan Lengkong Gudang TImur, DBMSDA juga telah menyelesaikan pembangunan jalan Lengkong Karya sepanjang 500 meter, dan Jalan Bhayangkara di kelurahan paku jaya sepanjang 590 meter.

Kemudian, Jalan Villa Mutiara di Kelurahan Jalupang dengan panjang sekitar 285 meter, Jalan Talas 2,3 di Kelurahan Pondok Cabe Udik sepanjang 220 meter dan Jalan Hutan Kota dengan panjang 102 meter.

Jalan sepanjang 611 meter di Mesjid Kubah-Pondok Kacang Raya di area kompleks Maharta juga tak luput dari percepatan pembangunan jalan ini. Selain itu, Pemkot Tangsel juga telah menyelesaikan Jalan Kandang Sapi, Jalan Bambu Apus, Jalan Parung Raya, Jalan Pamulang Permai Barat, Jalan Kayu Manis Raya, dan jalan Mars Raya. Serta masih banyak lagi pekerjaan jalan lainnya yang telah terselesaikan.

Dinas BInamarga juga tengah memproritaskan penyelesaian pembangunan Sodetan Simpang viktor di antara ruas jalan Siliwangi dan jalan BUaran-Rawa BUntu (Viktor). Pekerjaan ini sudah dimulai pengerjaannya.

Tak berhenti sampai di jalan-jalan yang telah disebutkan tadi, Pemkot Tangsel juga saat ini tengah mengerjakan beberapa pembangunan. Seperti pembangunan Sodetan Simpang biktor di antara ruas jalan Siliwangi dan jalan Buaran-Rawa Buntu (Viktor). Bahkan kini pembangunan sodetan itu menjadi prioritas mengingat akan memasuki musim penghujan.

“Sama dengan pekerjaan jalan yang lainnya, pembangunan Sodetan Simpang Viktor juga menjadi prioritas kerja DBMSDA Kota Tangerang Selatan. Untuk tahap awal pekerjaan sodetan simpang Viktor kami targetkan akan selesai pada tahun ini,” terang Retno.

Untuk diketahui, Pekerjaan jalan yang dilaksanakan oleh DBMSDA banyak yang merupakan pekerjaan lanjutan, dan sebagian besar paket pekerjaan yang ada di DBMSDA Kota Tangsel ini dapat terealisasi lebih cepat dari rencana ataupun jadwal pelaksanaan yang telah ditetapkan, salah satu diantaranya adalah Jalan Bhayangkara.

Selain memberikan kemudahan aksebilitas masyarakat sekitar, Jalan Bhayangkara juga merupakan jalan penghubung antara Kota Tangerang Selatan dengan Kota Tangerang.

Selain itu pula, Jalan Serpong (Puspitek) – batas Tangerang-Bogor sepanjang 1 km, Jalan Ciputat Serpong – Serpong (Puspitek) sepanjang 1,2 km, pelebaran jalan Pahlawan Seribu sepanjang 0,5 km, yang merupakan jalan Provinsi di Kota Tangerang Selatan, masih dalam proses pengerjaan.

Sedangkan Jalan Provinsi yang lainnya yaitu Jalan Padjajaran Ciputat sepanjang 0,8 km dan rehabilitas Jalan Tangerang – Serpong (BSD) dengan panjang sekitar 5 km telah terselesaikan.

Jalan Ciputat – Serpong Dibangun 4 Lajur

Sementara itu, untuk memudahkan akses masyarakat serta mengurangi kemacetan, Pemkot Tangsel juga akan melakukan pelebaran akses menuju Ciputat menuju Serpong. Pelebaran jalan, akan dilakukan terhadap ruas jalan Ciater Raya – Pertigaan Maruga dan Pertigaan Maruga – Pertigaan Jalan Arya Putra (Jalan Bukit Serua).

Menurut Retno, pelebaran jalan CIater Raya hingga Pertigaan Jalan Arya Putra menjadi prioritas DBM-SDA Kota Tangsel pada tahun anggaran 2013 nanti. Adapun jalan yang dilebarkan yakni sepanjang 4,4 kilometer.

Rinciannya adalah 2,2 kilometer untuk ruas Jalan Ciater Raya – Pertigaan Maruga dan 2,2 Kilometer untuk ruas Pertigaan Maruga – Pertigaan Jalan Arya Putra. Dari Pertigaan Maruga ini, kata dia, aka nada simpang kaki kea rah Pamulang 2 sepanjang 145 meter.

Ruas jalan yang nanti dilebarkan, akan memiliki empat lajur dengan lebar 24 meter. Di ruas jalan ini, nantinya akan dibuat jalur sepeda, drainase dengan lebar 1,2 meter dan di atasnya bakal dibangun jalur untuk pedestrian atau pejalan kaki.

“Di Pertigaan Maruga ini nantinya aka nada bundaran. Selain itu aka nada pula penambahan geometri di titik itu,” jelas Retno.

Dijelaskan Retno, penambahan ini berfungsi agar di Pertigaan Maruga ini kondisi geometrinya tidak seperti yang sekarang ada. Pengguna jalan, nantinya tidak akan langsung menemui tanjakan saat berputar atau melintas di Pertigaan Maruga ini.

“Kita targetkan pada 2013 nanti paling tidak terbangun bundaran di Pertigaan Maruga ini. Apalagi, di Pertigaan Maruga ini pembebasannya sudah terealisasi,” kata dia.

Lebih lanjut Retno menerangkan, pelebaran ruas jalan penghubung Ciputat – Serpong itu menjadi skala prioritas pihaknya. Kata dia, dari anggaran yang ada, proyek pengerjaan jalan akan dilakukan di jalan raya Ciater.

“Untuk pengerjaan khusus di Pertigaan Maruga, sudah dapat dimulai dalam waktu dekat ini karena sudah dilakukan pembebasan lahan. Sedangkan, sisanya hingga saat ini masih dalam tahap pembebasan lahan,” kata Kepala Dinas.

Ketika ditanya terkait pekerjaan jalan yang sudah dan akan dikerjakan, salah satu warga Pamulang, Didin (37) mengatakan sangat mengapresiasi program itu. Menurut dia, jalan merupakan infrastruktur vital yang harus terus dibenahi. Bahkan, Didin juga beranggapan jika satu wilayah bisa terlihat maju atau tidaknya juga tergantung kondisi jalan.

“Saya dengan warga lain sudah melihat ada perubahan atas jalan yang sudah dikerjakan Pemkot Tangsel. Tentu ini juga mempermudah kami melakukan akses,” kata Didin.

Didin berharap, Pemkot bersama DBM-SDA juga melakukan sosialisasi kepada masyarakat serta terbuka dengan berbagai keluhan yang akan disampaikan, baik itu terkait jalan maupun infrastruktur lainnya.

“Banyak yang belum mengerti mana jalan yang merupakan kewenangan Pemkot, dan mana milik Pemprov atau pun pusat. Sehingga, jika ada jalan rusak wajar saja jika warga menyalahkan Pemkot,” tuturnya.

Senada, warga lainnya Imam (27) mengatakan, dengan adanya program percepatan jalan, masyarakat menjadi tenang menghadapi musim penghuja. Untuk diketahui, kata dia, Tangsel merupakan wilayah yang sering terkena banjir.

“Banjir terjadi biasanya karena infrastruktur yang tidak memadai. Sekarang sudah ada perbaikan jalan, minimal akses lebih mudah jika nanti sampai terjadi banjir lagi,” ungkapnya.

Menanggapi keluhan masyarakat terkait banjir, Retno menjelaskan, pihaknya terus berupaya untuk menangani banjir.

Diantaranya, memprioritaskan penanganan Sungai-sungai utama dan Situ sebagai parkir air untuk dilakukan percepatan normalisasi, sehingga peningkatan daya tamping air dan penurunan muka air banjir dapat terwujud.

“Pada tahun anggaran 2012 ini, sedang dilakukan normalisasi Kali Angke, Kali Pesanggrahan, Situ Pamulang dan Situ Ciledug, dan dalam rangka mendukung penataan system Drainase Kota sedang dilakukan penyusunan Master Plan Drainase Kota melalui Direktorat Penataan Lingkungan Perkotaan (PLP) Dirjen Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum,” tutur Retno.

  Categories:
view more articles

About Article Author

write a comment

0 Comments

No Comments Yet!

You can be the one to start a conversation.

Add a Comment

Your data will be safe! Your e-mail address will not be published. Also other data will not be shared with third person.
All fields are required.