Bekerja dengan Hati

Bekerja dengan Hati
May 26 06:15 2016

IMG_1878 (1)Bagi Waktu Keluarga dan Pekerjaan

Persatuan Bangsa-bangsa (PBB) menyatakan setiap 8 Maret diperingati sebagai Hari Perempuan Sedunia. Di tanggal itu, perempuan bangkit dan berkesadaran serta membangun organisasi untuk terus bergerak dalam solidaritas perempuan untuk perjuangan di masa depan.

Di tahun 2016, untuk kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan bertemakan ‘Planet 50-50 pada 2030: Melangkah menuju Kesetaraan Gender’. Nah, bagi Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kota Tangerang Selatan Hj. Retno Prawati ST. MM momen ini untuk merefleksikan bagaimana mempercepat Agenda 2030 untuk membangun momentum dan implementasi yang efektif dari tujuan pembangunan berkelanjutan yang baru.

“Hari Perempuan Sedunia adalah waktu untuk merenungkan kemajuan yang telah dicapai, menyerukan perubahan dan merayakan tindakan keberanian dan tekad para perempuan biasa yang telah memainkan peran dalam pembangunan,” ungkapnya.

Retno berpendapat saat ini semangat kesetaraan gender terus digaungkan kaum hawa. Sejak zaman Raden Ajeng Kartini, perjuangannya untuk keluar dari kungkungan dominasi pria sangat kuat. Alhasil, perjuangan Kartini ini bisa dinikmati saat ini. Salah satu contohnya, perempuan bisa menjadi pemimpin negara, provinsi maupun di kota/kabupaten. “Hanya perempuan terpilih yang dapat menjalankan amanat jabatan maupun kedudukan,” ucap istri dari Makbullah Pasinringi, SE ini.

Meskipun, menduduki jabatan. Namun, kodrat wanita tidak bisa dilepaskan dalam mengurus keluarga. Bagi mantan Sekretaris Dinas Bina Marga Provinsi Banten ini waktu untuk keluarga dan pekerjaannya harus selaras. Meskipun disibukkan dengan tugas kedinasan, ia tetap menyempatkan waktu untuk suami dan kedua anaknya. “Harus pintar-pintar bagi waktu. Itu kuncinya,” katanya.

Di sisi lain, bekerja maksimal menjadi tujuan utama mantan Sekretaris Dinas Bina Marga dan Tata Ruang (DBMTR) Provinsi Banten ini dalam menjalankan tugas pokok dan fungsi (tupoksi). Meskipun harus mengorbankan waktu untuk keluarga dengan pulang malam. Meski demikian, Retno tetap siap untuk melayani suami dan anaknya. Ia mencontohkan jika anaknya pulang malam ingin makan, dimasakkan nasi goreng. “Kerjaan di kantor harus maksimal, di rumah sempatkan waktu dengan keluarga. Bekerja dengan hati, insyallah, pekerjaan dan keluarga bisa dijalankan bersamaan,” terangnya.

 

Nah, untuk itu, lulusan D3 Universitas Gadjah Mada (UGM), S1 di Surabaya dan S2 di Jakarta ini ini berprinsip keluarga dan pekerjaan harus bisa disinergikan. Jika salah satu diprioritaskan, tidak akan seimbang. Begitu prinsip yang harus dijalankan. “Bagi saya keluarga dan pekerjaan tidak dapat dipisahkan. Agar beriringan sejalan keduanya harus dijalankan seperti air mengalir,” katanya.

 

Dalam perjalanan hidupnya, setelah lulus dari Fakultas Tehnik UGM, ia diterima jadi pegawai harian di Departemen Pekerjaan Umum. Pada 2004, wanita berkerudung ini dipercaya menjadi Kepala Bagian Proyek Pembangunan Jalan Serdang-Bojonegara-Merak. Sukses menyelesaikan proyek tersebut. Dua tahun kemudian dipercaya sebagai Pimpinan Proyek pembangunan jalan di provinsi Banten. Karirnya pun terus menanjak. Sempat menjabat Sekretaris Dinas Bina Marga dan Tata Ruang Provinsi Banten, dan kini menduduki posisi Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kota Tangerang Selatan. “Jabatan merupakan amanah buat saya. Dan saya berusaha melayani masyarakat Kota Tangerang Selatan semaksimal mungkin,” ucap ibu dari Ika Yulia Prasetya dan Ilham Mahendra ini.

 

Meskipun disibukkan dengan segudang kegiatan di kedinasan. Namun, Retno tidak melupakan keluarga. Perannya sebagai istri dan ibu tetap melekat. Di lingkungan keluarga, ia menjadi sosok yang diteladani dan hangat. Maka tidak heran jika waktu luangnya banyak dihabiskan bersama keluarga. “Jika diwaktu luang atau libur, saya memasak makanan kesukaan suami dan anak-anak,” ucapnya dengan senyum hangat.

 

Sosok ibu yang kini berusia 57 tahun ini  berterima kasih kepada kedua buah hati dan  suaminya yang telah memberi kesempatan dan kepercayaan kepadanya sehingga bisa bekerja maksimal. “Alhamdulillah saya bersyukur atas doa, dorongan dan dukungan dari suami dan anak-anak mungkin saya tidak jadi seperti sekarang,” pungkasnya. (dbmsda)

  Categories:
view more articles

About Article Author

write a comment

0 Comments

No Comments Yet!

You can be the one to start a conversation.

Add a Comment

Your data will be safe! Your e-mail address will not be published. Also other data will not be shared with third person.
All fields are required.