ATASI BANJIR MELALUI METODE PARTISIPATIF

May 09 03:09 2016
Monday, 29 April 2013 00:00
Pamulang – Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan melalui Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) terus berupaya melakukan penanggulangan banjir di wilayah dengan tujuh kecamatan ini.

Salah satunya, dengan melakukan normaliasi Kali Cibenda Baru di Pamulang Barat, Kecamatan Pamulang. Normalisasi Kali Cibenda Baru ini dilakukan untuk mengatasi banjir di kawasan Perumahan Reni Jaya.

“Kita akan menerapkan metode partisipatif dalam penanganan banjir di wilayah ini. Normalisasi Kali Cibenda Baru ini akan menjadi pilot project penanganan banjir di Kota Tangsel,” kata Kepala Bidang Sumber Daya Air pada Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kota Tangsel, Aji Awan.

Saat ini, kata dia, lebar kali hanya 2 sampai 3 meter. Rencananya bakal dilakukan pelebaran hingga 5 atau 6 meter. Pelebaran yang dilakukan, akan memanfaatkan lahan milik negara atau tanah pengairan.

“Untuk tahap awal, kami melakukan identifikasi lahan. Langkah ini untuk membedakan lahan milik masyarakat dan lahan milik pemerintah,” ungkapnya.

Setelah identifikasi, kemudian melakukan verifikasi kepada warga, yakni dengan mencocokan setifikat lahan masyarakat dengan milik pemerintah. Sedangkan, pembangunannya dianggarkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2013 ini.

Pada normalisasi kali ini, Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air melibatkan masyarakat setempat khususnya warga perumahan Reni Jaya. Melalui langkah ini, masyarakat diharapkan memiliki rasa tanggungjawab untuk merawat pembangunan yang dilakukan pemerintah.

“Proses pembangunan juga akan melibatkan masyarakat. Ini merupakan pendekatan partisipatif agar normalisasi berjalan dengan lancar,” katanya, tanpa merinci berapa anggaran yang dikeluarkan untuk normalisasi itu.

Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kota Tangsel, Retno Prawati menambahkan metode yang digunakan dalam normaslisasi Kali Cibenda Baru ini menerapkan metode partisipatif. Artinya, masyarakat dilibatkan langsung dalam setiap proses pengerjaan normalisasi.

“Kita juga menyaring usulan warga. Masyarakat maunya seperti apa normalisasi kali nanti. Apakah nantinya akan ditambahkan taman atau tempat berkumpul warga di lahan yang tersedia. Usulan warga kita tampung,” tandasnya.

  Categories:
view more articles

About Article Author

write a comment

0 Comments

No Comments Yet!

You can be the one to start a conversation.

Add a Comment

Your data will be safe! Your e-mail address will not be published. Also other data will not be shared with third person.
All fields are required.